Home // Blog // Bayern Dinilai Terlalu Banyak Punya Pemain Egois Yang Sulit Diatur

Bayern Munich masih tengah terpuruk setelah start yang bagus pada awal musim ini. Para pemain bintang yang dinilai sangat sulit diatur menjadi penyebab dari hal tersebut.

Bayern sejatinya menjalani awal musim ini dengan cukup baik semenjak di latih oleh Niko Kovac. Setelah menjadi juara kompetisi Piala Super Jerman, Bayern berhasil untuk memenangkan empat pertandingan secara beruntun dalam kompetisi Bundesliga ditambah dengan pertandingan matchday 1 kompetisi Liga Champions.

Semenjak terakhir kali menaklukan Schalke 04 di tanggal 22 September 2018 yang lalu dengan skor 2-0, Bayern sudah berturut-turut ditahan imbang Augsburg dengan skor 1-1, dikalahkan oleh Hertha Berlin dengan skor 0-2 dan juga berimbang dengan Ajax dengan skor 1-1 sebelum pada akhirnya dipercundangi oleh Borussia Moenchengladbach dengan skor telak 0-3 pada saat akhir pekan yang lalu.

Kekalahan tersebut lantas membuat Bayern Munich sekarang ini tergeser ke peringkat keenam dan tertinggal sebanayk empat angka dari Borussia Dortmund yang berada di puncak klasemen. Kovac yang merupakan pelatih lantas mendapatkan tekanan yang besar untuk segera kembali membawa Bayer bangkit atau jika tidak maka dirinya akan dipecat.

Terlebih lagi sekarang ini Bayern juga sudah mulai dihubung-hubungkan dengan sejumlah perlatih layaknya Laurent Blanc dan juga Zinedine Zidane. Lothar Matthaeus yang merupakan mantan pemain Bayern juga menilai kalau masalah tersebut sejatinya bukanlah dari pelatih, yaitu para pemainnya.

Sejumlah pemain seperti Robert Lewandowski, Arjen Robben, James Rodriguez hingga Franck Ribery dinilainya tidka tampil dengan sepenuh hati serta sering sekali sulit untuk diatur oleh Kovac yang mengganggu solidnya tim. Kabar terakhir adalah Jamez mengamuk disaat kalah dari Gladbach.

“Sudah terlalu banyak pemain yang sangat egois. Pemain seperti Lewandowski serta James yang merasa kalau mereka dari tinggi dari para klub serta Ribery dan juga Robben,’ kata Matthaeus.

“Ada seorang pemain yang mengeluh dikarenakan jarang bermain dan juga mengeluh dikarenakan tidak mendapatkan bola serta ketika mengkritik pergntian pemain ataupun langsng marah-marah dihadapan para jurnalis,” lanjut Matthaeus yang memperkuat Bayern dalam periode tahun 90an.

Made by Agen Liga ( Agen Bola Terpercaya )