Home // Blog // Generasi emas Belgia yang dipimpin oleh Eden Hazard  Sirna

Prancis memenuhi prakiraan putaran final Piala Dunia kali ini. Meskipun banyak yang mengharapkan generasi emas Belgia yang dipimpin oleh Eden Hazard untuk membuat kejutan, ternyata permainan Deschamps telah menghancurkan mimpi Belgia ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Dari semua sisi, kedua tim seimbang. Khususnya di bidang serangan dan pertahanan. Ini seperti pertandingan melawan Argentina dan Uruguay sebelumnya, Prancis menang di lini tengah. Deschamps, yang memimpin Prancis untuk memenangkan Piala Dunia pertama negara itu pada 1998, telah mempersiapkan pertandingan yang bagus untuk pertandingan itu.

Deschamps berhasil mematahkan taktik timnya untuk mengurangi faktor Hazard dan De Bruyne yang menjadi landasan serangan Belgia. Pasangan Matuidi-Hernandez-Kante terlihat terus terikat dengan pergerakan De Bruyne, sementara pasangan Pogba-Pavard-Kante mendorong Hazard ke tepi dan jauh dari kotak penalti sehingga tidak memberi saya kesempatan.

Kante memainkan peran utama dengan membantu membatasi pergerakan dua bintang Belgia. Bintang Chelsea itu tidak berhenti berlari ke sini untuk memastikan Hazard dan De Bruyne dirantai. Situasi ini menyebabkan Hazard dan De Bruyne tidak membuat rune mereka untuk menciptakan peluang jaringan, daripada harus melakukan penyeberangan di luar kotak.

Pertahanan Perancis diperketat karena tim berhasil memimpin melalui gawang Umtiti dari tendangan sudut. Semua pemain Prancis berada di setengah mereka sendiri ketika Belgia ingin memulai serangan. Situasi ini membuat zona pertahanan Prancis kompak dengan para pemainnya sehingga sulit bagi Belgia untuk mencetak gol.

Dalam 20 menit terakhir pertandingan, Belgia hanya mampu mengandalkan umpan silang ke kotak penalti Prancis. Dengan Lukaku yang dikontrol ketat oleh Varane-Umtesi, penyeberangan Belgia tidak menghasilkan hasil apa pun. Sebagian besar upaya Fellaini telah hilang drastis dari tiang gawang.

Bahkan, serangan balik Prancis terlihat lebih berbahaya ketika Griezmann dan Tolisso hampir menambahkan jaringan Prancis, jika bukan karena efisiensi Courtois. Martinez mencoba membuat beberapa perubahan taktis dengan membawa Mertens, Carrasco dan Batshuyai untuk membuat dampak, tetapi tidak ada yang berubah.

Secara keseluruhan, Deschamps taktis menjadi ketika line-up Belgia yang didorong oleh Hazard-Lukaku-De Bruyne dirantai dan gerakan mereka terbatas pada kegagalan.

Selain mampu bertahan dengan sangat baik, Prancis juga memanfaatkan setiap serangan balik dan tendangan bebas dan sepak pojok untuk menciptakan peluang jejaring sehingga racikan mereka menggulingkan Belgia.

0 Comments ON " Generasi emas Belgia yang dipimpin oleh Eden Hazar... "
leave a response

Made by Agen Liga ( Agen Bola Terpercaya )