Home // Blog // Kemenangan PSIS vs Bali United Jadi Hadiah yang Sangat Berharga

PSIS Semarang sukses mengalahkan puncak klassemen sesaat Shopee Liga 1 2019, Bali United, melalui gol tunggal Wallace Costa dalam pertandingan menunda minggu ke-22 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jumat (15/11/2019).

Kemenangan itu jadi spesial buat General Manajer PSIS Semarang, Wahyu Winarto, yang di hari itu tengah berulang-ulang tahun. Pria yang akrab dipanggil Liluk ini merasakan memperoleh hadiah yang indah serta spesial sebab PSIS menaklukkan team favorite juara.

Diluar itu, kemenangan ini penting buat PSIS untuk jalankan misinya tinggalkan zone riskan kemunduran. Penambahan tiga point dari pertandingan kontra Bali United membuat Mahesa Jenar naik satu rangking ke tempat 13 dengan koleksi 31 point.

“Seperti perkiraan saya, beberapa anak tidak ingin kalah walau keadaan susah. Main di kandang sendiri dengan musuh yang unggul segala hal jadi motivasi tertentu,” papar Liluk pada Bola.com, Sabtu (16/11/2019).

“Di hari ulang tahun saya, beberapa anak main fight serta menang. Terima kasih untuk semua. Saya mengharap terus mendapatkan point penuh untuk sasaran team, yaitu pastikan bertahan di Liga 1,” tutur GM PSIS Semarang itu.

Pria yang adalah anggota DPRD Kota Semarang ini akui bila rangsangan manajemen untuk mengusung semangat berlaga pemain dapat dibuktikan ampuh. Bonus besar dia mengaku telah disediakan sebelum laga serta jadi punya Hari Nur Yulianto dkk.

“Telah kami rangsang dengan bonus besar, tetapi tak perlu kami katakan nilainya. Satu hal yang pasti, semakin besar dari pertandingan awalnya,” tegas Liluk.

Anak asuh Bambang Nurdiansyah perlahan-lahan mulai tinggalkan zone kemunduran yang sekarang bejarak lima point dari team rangking 16. PSIS Semarang akan lakoni minggu ke-28 Shopee Liga 1 2019 dengan melawat ke tempat PS Tira Persikabo di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (22/11/2019).

Hasil ini membuat Fadil Sausu serta teman-teman belum dapat mencatat kemenangan paling tidak dalam empat laga paling akhir. Sejak kemenangan atas Barito Putera (27/10/2019), Bali United cuma dapat mencatat tiga hasil seimbang serta satu kekalahan.

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra atau Teco mulai bicara tentang trend negatif teamnya sepanjang empat pertandingan paling akhir.

Menurut dia, tampilan Bali United telah berjalan secara baik sesuai dengan petunjuk darinya. Tetapi, unsur pengadil lapangan dikatakannya yang mengubah hasil akhir.

Teco merasakan Bali United seperti dirugikan oleh wasit dalam beberapa laga. Dalam pertandingan itu, wasit yang bekerja adalah Tabrani asal Jawa timur.

“Seringkali ketetapan wasit tidak adil, seperti pertandingan menantang Persela. Pemain kami dihajar di kotak penalti, tetapi tidak ada hukuman pelanggaran. Jika permainan kami telah baik, tidak ada permasalahan,” kataTeco.

“Saya merasakan tidak kalah menantang PSIS. Ada kesempatan Bali United untuk dapat bikin gol. Ada pelanggaran di kotak penalti, semestinya kami dapat bawa satu point di Magelang,” kata Teco.

Bali United masih jadi puncak klassemen sesaat dengan nilai 57, terpaut 13 angka dari Persipura Jayapura yang ada di bawahnya. Seterusnya Stefano Lilipaly serta mitra akan kembali jalani partai tandang ke tempat PSM Makassar (23/11/2019).

Pemain Bali United, Arapenta Lingka Poerba, memperjelas kemauan kuat teamnya untuk juara masih tinggi, walau barusan kalah dari PSIS. Untuk mengunci titel juara, Bali United paling tidak memerlukan empat kemenangan .

“Untuk pemburuan titel juara, kami harus kerja keras di tersisa persaingan. Tiap laga harus memberi yang paling baik untuk team, sebab kami ingin juara,” katanya.

Made by Agen Liga ( Agen Bola Terpercaya )