Home // Blog // Nemanja Matic Stress di MU, Tahith Chong Punya Harapan untuk Solskjaer

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic sekarang sering mendekam di kursi pemain cadangan serta susah mendapatkan menit bermain. Pemain berpaspor Serbia iu akui frustrasi dengan kondisi itu.

Nemanja Matic baru tampil 2x dari lima laga yang sudah dijalani Setan Merah di Premier League musim ini. Bahkan juga, ia baru sekali diberi peluang oleh manager Ole Gunnar Solskjaer menjadi starter.

Nemanja Matic masuk ke starting line-up waktu hadapi Leicester City pada Sabtu (14/9/2019), hal tersebut berlangsung sesudah Paul Pogba alami luka. Awalnya, ia di turunkan waktu menantang Southampton, itu juga jadi pelapis McTominay.

“Tentunya ini membuat frustrasi. Saya ingin bermain, saya tetap memberi yang paling baik untuk team,” sebut Nemanja Matic, Senin (16/9/2019).

Walau susah, bekas gelandang Chelsea itu tidak menyesal jika dianya masih dapat bertahan di Old Trafford. Nemanja Matic betekad untuk tunjukkan perform yang lebih bagus di laga Manchester United seterusnya.

“Pelatih ialah orang yang pilih team serta saat Anda ada di kursi cadangan, Anda tidak bahagia, tapi saya berupaya memberikan keyakinan ia untuk beralih pemikiran serta pilih saya untuk bermain. Musim ini masih panjang. Seperti yang Anda lihat saya bermain (menantang Leicester), serta kami memenangi laga,” papar Matic.

Nemanja Matic akui dianya bukan type orang yang akan membujuk sang manager supaya bisa memperoleh peluang tampil. Tapi gelandang berumur 31 tahun itu akan berusaha keras untuk tunjukkan mutunya dalam memproses si kulit bulat.

“Tidak, saya belum pernah lakukan itu. Saya tunjukkan kualitas saya di lapangan, dalam session latihan serta dalam permainan. Itu bukan langkah saya untuk perjuangkan tempat itu,” tegas Nemanja Matic.

Tidak berhenti disana, Nemanja Matic janji akan memberi andil semakin besar untuk Manchester United.

“Saya siap. Dalam 10 tahun paling akhir, saya sudah bermain di level tinggi serta tiap laga saya berupaya lakukan yang paling baik untuk menolong team sebab saya fikir saya ialah pemain team serta dapat berperan banyak,” kata gelandang bernomor punggung 31 itu.

Dari bagian yang lain, Pemain Manchester United lain yang bernama Tahith Chong, bernafsu untuk menarik perhatian Ole Gunnar Solskjaer. Chong mengharap dia dapat memperoleh peluang untuk tampil semakin banyak bersama dengan scuad Manchester United pada musim 2019-20.

Menurut Chong, kedatangan Solskjaer di Manchester United buka peluang pada beberapa pemain jebolan akademi Manchester United. Solskjaer adalah figur yang dekat untuk beberapa pemain muda. Hal tersebut membuat keinginan mereka membumbung tinggi.

“Kedatangan Ole Gunnar Solskjaer benar-benar menolong beberapa pemain muda. Dia memberi banyak peluang pada beberapa pemain muda,” tutur Chong.

“Saya seperti punya mimpi saat dia turunkan saya waktu menantang PSG.”

“Itu ialah yang diimpikan sebagai fakta. Masih ingat jelas saat Marcus Rashford cetak gol kemenangan kami.”

“Saya harus berupaya lebih keras untuk dapat memperoleh peluang bermain,” papar Chong.

Tetapi, Chong mengerti jika cuma pemain yang mempunyai determinasi tinggi serta ingin kerja keras yang akan diambil untuk tembus scuad penting Manchester United. Karenanya, dia mempunyai tekad untuk dapat jadi pilar The Red Devils pada masa yang akan datang.

Tahith Chong diambil Manchester United dari akademi Feyenoord pada 2016. Dia menarik perhatian pemandu talenta saat ikuti kompetisi junior di Carrington pada 2014.

Penampilannya pada kompetisi itu membuat Manchester United mengambilnya untuk dimasukkan ke akademi club. Chong jalani kiprah profesional pertamanya bersama dengan Manchester United waktu bertemu dengan Reading di Piala FA pada Januari 2019.

Ole Gunnar Solskjaer jadi manager yang memberi peluang pertama pada Chong untuk tampil bersama dengan scuad senior. Pada musim ini, Chong berkesempatan mendapatkan peluang tampil seringkali saat Manchester United tampil di Liga Europa.

Made by Agen Liga ( Agen Bola Terpercaya )