Pelatih Italia menyebar ke seluruh Eropa

antonio conte

Hingga tiga pelatih Italia telah dinobatkan sebagai juara di lima liga teratas di Eropa. Carlo Ancelotti telah memenangkan Bundesliga untuk Bayern Munich sementara Antonio Conte dan Max Allegri sekarang bisa memenangkan Premier League dan Serie A dan Chelsea bersama Juventus. Allegri juga bisa menang treble Liga Champions dan Coppa Italia.

Di Rusia Pelatih Massimo Carrera membawa Spartak Moscow ke kejuaraan nasional setelah 16 tahun menunggu. Di lima turnamen kontinental teratas, ada 19 pelatih Italia, sementara Spanyol memiliki 15, Jerman 11 dan Inggris 7.

Orang Italia Merayakan di seluruh Eropa karena kemampuan mereka untuk berpikir dan menghasilkan banyak filsuf, seniman dan selebriti. Bagi mereka, tim yang lemah masih bisa menang jika tim memiliki taktik yang kuat. Sama seperti di masyarakat nyata, orang lemah bisa dengan bijak mengalahkan yang lebih kuat.

Karena itu, final Liga Champions Juventus untuk kedua kalinya dalam 3 tahun ini sukses tidak bisa diremehkan. Mereka mengalahkan Real Madrid dua tahun lalu dan musim ini adalah Barcelona ke final, mereka menggunakan taktik untuk mengatasi tim dengan anggaran operasi yang besar untuk membayar pemain terbaik di dunia seperti Ronaldo Atau Messi.

Allegri membawa Juventus di ketinggian yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak skandal Calciopoli, dan tidak mengherankan bahwa pendahulunya, Antonio Conte memenangkan gelar Premier League bersama Chelsea. Hanya sebuah perubahan pada skema 3-4-3 yang membawa Chelsea turun di Premier League, dan mereka akan menang jika mereka memenangkan West Brom.

Bahkan saat ini Real Madrid adalah tim Italia banyak aspek. Mereka tidak memiliki pemain Italia di skuad, tapi siap bermain sangat mirip dengan tim Italia, dengan pelatih Italia. Dan yang terpenting, pelatih mereka belajar dari bahasa Italia.

Zinedine Zidane dipastikan banyak belajar dari Carlo Ancelotti, tidak hanya sebagai asisten tapi juga sejak Zidane masih di Juventus. Selain pelajaran taktis Carletto, Zizou belajar dari mantan mentornya, dari kurangnya rotasi menjadi superpowerlessness yang hanya menggunakan sistem.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>