Permainan AS Roma Terus Berubah

AS Roma

Deportivo La Coruna vs AC Milan pada 2003/2004 dan Barcelona vs Paris Saint-Germain musim lalu. Roma tidak pernah kalah di kandang melawan Barcelona (satu kemenangan, satu imbang). Kemenangan terjadi pada Februari 2002 dengan skor 3-0, hasil yang memenuhi syarat untuk Roma. Tetapi Barca menang dalam dua pertandingan terakhir melawan Roma, dengan agregat 10-2. Perhatikan Bemodal Oke di Cage, Bisakah Roma Membuat Keajaiban. AS Roma menghadapi jalan terjal di leg kedua perempat final Liga Champions melawan Barcelona. Hibur Barca, Roma dengan catatan positif di rumah. Roma akan menjamu Barca di leg kedua perempat final Liga Champions di Stadio Olimpico, Rabu (11/4/2018) dini hari WIB. I Lupi harus membalikkan keadaan setelah kehilangan 1-4 di leg pertama. Jika Anda melihat sejarah, tidak banyak klub yang bisa bangkit dari defisit tiga gol atau lebih di Liga Champions. Hanya Deportivo La Coruna dan Barca yang pernah melakukannya. Tetapi Roma dapat mengandalkan catatan positifnya di Olimpico. Di Liga Champions sejauh ini, Daniele De Rossi dkk. tak terkalahkan dalam sangkar dan tidak pernah kebobolan.

Masih ada sejumlah fakta menarik lainnya dari pertandingan antara Roma dan Barcelona. Berikut adalah data dan fakta yang dirangkum oleh Opta dan BBC: Hanya ada dua tim dalam sejarah Liga Champions yang membalikkan tiga atau lebih defisit di leg pertama: Deportivo La Coruna vs AC Milan pada 2003/2004 dan Barcelona vs Paris Saint- Germain musim lalu. Roma tidak pernah kalah di kandang melawan Barcelona (satu kemenangan, satu imbang). Kemenangan terjadi pada Februari 2002 dengan skor 3-0, hasil yang memenuhi syarat untuk Roma. Tetapi Barca menang dalam dua pertandingan terakhir melawan Roma, dengan agregat 10-2.

Barca belum pernah menang dalam enam laga tandang melawan tim Italia di Liga Champions (hasil imbang ganda, kalah dua kali). Roma mencatat clean sheet di lima dari enam laga kandang terakhir Liga Champions, menang dalam tiga pertandingan terakhir. Barca hanya kemasukan tiga gol di Liga Champions musim ini, lebih sedikit dari tim mana pun. Penyerang Barcelona Messi hanya mencetak dua gol dalam sembilan pertandingan tandang di Liga Champions melawan tim Italia. Keduanya dibuat melawan Milan. Saya Giallorossi tidak pernah mencapai final, tetapi ketika kompetisi masih dengan Piala Champions. Itu terjadi pada 1983-1984, di mana AS Roma kalah dari Liverpool 2-4 lewat adu penalti setelah pertandingan 2×45 menit ditambah perpanjangan perpanjangan waktu 1-1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>