Home // Blog // Salah memilih pemimpin dari akar permasalahan TRW

Konfederasi Konfederasi Sepak Bola (PBJ) telah mempercayakan Bibi Ramjani Ilias Khan untuk memimpin Asosiasi Sepak Bola Kelantan (Kafa) menjadi penyebab utama degradasi Red Warriors (TRW) ke Liga Premier 2019.

Sekretaris Jenderal Red Warriors City Club (TRWCC) Umar Kamaruddin mengatakan Bibi Ramjani Ilias Khan terlihat gagal mengelola Kafa dengan baik sehingga Induknya menjadi lemah.  Menurutnya, hal ini lebih mengecewakan bahwa angin perubahan yang diusulkan oleh PBJ tidak lain adalah rasa malu ketika pengusaha batik tidak memiliki arah yang jelas untuk membawa tim ke Liga Super 2018.

“Anda dapat melihat bagaimana tindakan drastis konyol diambil oleh Kafa untuk menjual pemain yang berkuasa. Sebagai hasilnya kami menuju ke Liga Premier musim depan dan itu adalah fakta bahwa kami harus menerima hati terbuka,” katanya, di sini hari ini.

Setelah pertandingan 21 Liga Super Liga musim ini, Kelantan adalah rumah bagi bagian bawah Liga Super dengan 15 poin dalam empat kemenangan, tiga imbang dan 14 kekalahan. Puncak penurunan kinerja TRW terjadi ketika Bibi Ramjani membawa mantan operator Suriah, Fajer Ibrahim untuk menavigasi tim dengan memberikan kekuatan penuh.

Fajer telah menggunakan kekuatan penuh dengan melakukan ‘pembersihan’ ketika menghilangkan pemain senior yang masih bisa berkontribusi pada tim untuk memberi jalan kepada ‘anak muda’.

Di antara tonggak-tonggak senior yang Feld telah dihapus adalah Mohd Nor Farhan Mohamad, Mohd Badhri Radzi, Amiridzwan Taj Tajuddin, Khairul Fahmi Che Mat dan banyak lagi. Tindakan Fancler mengundang bencana untuk TRW ketika pemain muda gagal menyerang panasnya aksi di Super League.

Dalam berita lain, Gol  pemain Perancis yang luar biasa, Benjamin Pavard ketika melawan Argentina menjadi sebagai tujuan terbesar dalam kampanye Piala Dunia 2018. Lebih dari tiga juta pemilih terdiri dari pendukung di situs web resmi FIFA untuk memilih Pavard sebagai lawan tendangan bebas Juan Quintero dari Kolombia melawan Jepang.

Gol Pavard di babak final putaran 16 Perancis melawan Argentina dilakukan melalui tembakan tembakan setelah bola dari jarak jauh untuk memungkinkan bola untuk masuk ke gawang. Tujuan Pavard berhasil membunuh jaringan menarik dari tim urutan kedua Quintero dan Luka Modric dari Kroasia di tempat ketiga.

Made by Agen Liga ( Agen Bola Terpercaya )